Orang punya berbagai sisi pandang terhadap mimpi. Mimpi yang saya maksud di sini adalah kejadian yang dialami saat tidur.
Misalnya, bagi para cenayang atau yang percaya mistis, mimpi adalah ramalan.
Atau, mimpi adalah kondisi nyata yang berpengaruh kuat hingga terbawa tidur.
Atau, mimpi adalah aktualisasi bagian dari diri yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata.
Atau, mimpi adalah visualisasi dari alam bawah sadar.
Saya sendiri -- untuk saat ini -- lebih berpendapat bahwa mimpi adalah cerminan kondisi aktual kita yang divisualisasikan menjadi simbol-simbol kejadian. Dan menurut penelitian para ahli beberapa waktu lalu, versi inilah yang dianggap valid. Jadi, kalau seseorang mimpi terbang tinggi, itu adalah cerminan dari kondisi jiwanya tang terkekang dan ingin kebebasan. Saya beberapa kali pernah mimpi terbang dengan keadaan yang berbeda-beda. Dan, masuk akal juga...
Yang sekarang ini sedang in di dunia mimpi saya adalah mimpi soal rambut!
Rambut?
Ya, rambut. Saya punya janji, bahwa rambut saya tidak akan boleh dipotong sebelum saya lolos dari pendadaran!
Janji yang bagus kan?
Jauh hari, hampir setahun lalu, saat rambut saya masih cepak, saya beberapa kali mengalami mimpi punya rambut panjang hampir sebahu. Setelah dipikir-pikir, kayaknya perlu dicoba juga punya rambut panjang. Haha..
Tapi yang jadi tujuan sebenarnya adalah untuk membatasi kemalasan saya. Saya benar-benar termasuk kategori pemalas. Bahkan saat banyak orang mengatakan saya punya kemampuan lebih yang tidak dimiliki oran glain, saya masih pemalas!
Saya tau, saya tidak akan mencapai pendadaran kalau terus bermalas-malasan. Jadi saya punya ide: bikin rasa nggak nyaman aja! Kalau rambut terlalu panjang, rasa tidak nyaman akan terus mengganggu, padahal saya mengharamkan potong rambut sebelum pendadaran.
Saya sedang melawan diri saya sendiri.
Saya sedang berkomitmen! Yiihaa!!
Yang jadi persoalan, saya beberapa kali dihantui mimpi buruk! Bukan mimpi buruk juga sebenarnya. Cuma mimpi biasa-biasa saja. Tapi karena dalam mimpi itu saya merasa telah mengkhianati komitmen saya, saya merasa sangat berasalah dan terluka (hayyah!).
Saya beberapa kali mimpi potong rambut. Sengaja nggak sengaja sih. Dan ingat tidak ingat.
Tapi terlepas dari faktor lupa dan kesengajaan, bukankah dalam kehidupan nyata, seringkali orang mengingkari janjinya sendiri dengan alasan lupa atau tidak sengaja?
It all makes sense now!
Mimpi potong rambut, mimpi pindahan kos (padahal udah janji kos yang ini akan berlangsung lebih awet) adalah peringatan sebelum saya punya masalah dengan komitmen!
jadi, saya harus memperbaiki semuany. Semuanya!
Oke, saya punya komitmen di mana aja? Di kantor? Di kampus? Di keluarga?
Apapun itu, yang harus dilakukan adalah bikin suasana lebih kondusif (kondusif itu relatif, dan pada banyak hal, orang akan menjadi mendekati sempurna saat merasa tidak nyaman). jadi, kondusif artinya bisa juga "ketidaknyamanan".
Oke, kita lihat kemungkinan-kemungkinannya..
1. Skripsi: bikin kondisi nyaman: pulang kerja tidak terlalu malam dan menyempatkan diri nggarap skripsi. Atau, bikin kondisi tidak nyaman dengan menghubungi keluarga dan teman-teman lama, supaya mereka nagih terus soal skripsi, haha....!!
2. Kerjaan: bikin kondisi nyaman: pindah dan ganti suasana ruang kerja. Mungkin pindah jadi sendirian aja tanpa ada yang mengganggu. Tapi itu berarti saat lengah dan bersenang-senang juga tidak ada yang ngingetin. Atau bikin suasana yang tidak nyaman: ngantorlah di tengah-tengah keramaian dan orang-orang jutek, supaya bisa menunjukkan pada mereka bahwa aku serius bekerja, dan targetku akan tercapai!
3. Tempat tinggal (biar nggak pindah-pindah lagi): Bikin suasana nyaman: kenali semua orang-orang di lingkungan, ambil semua hal-hal asik... Jadi bakalan betah! Hm.. Kalau kondisi tidak nyamannya?
berhubung belum kepikiran kondisi tidak nyamannya, gimana kalau dibikin sendiri aja. Bikin ikrar: AKU TIDAK AKAN PINDAH KOS LAGI! Semua orang akan mencelaku saat aku pindah lagi. Gimana, efektif?
Oke, yang jelas, sudah saatnya siap-siap solat jum'ah!
Pareng!
Friday, December 14, 2012
Friday, November 16, 2012
Doa Ribuan Tahun!
Khatib mengingatkanku dan para jama'ah, bahwa dulu, nenek moyang kita, adam-hawa pernah tertipu iblis dan memakan buah khuldi! Dalam hal ini sih aku nggak pengen nyalahin iblisnya, karena emang itu kerjaan dia, tapi aku nyalahin manusianya, yang begitu lemah dan bisa ditipu!
Waktu sadar dan meminta ampun, mereka berdo'a, robbanaa dhollamnaa anfusanaa wa-illam taghfir lamaa, lana kuunanna minal khoosiriin.
Sebuah pengakuan atas kelemahan diri, atas kekhilafan, dan doa ini sudah berumur ribuan tahun atau mungkin jutaan tahun. Entahlah. bahkan sejarawan pun menurutku tidak akan tahu jumlah pastinya berapa lama manusia tinggal di bumi sejak zaman Adam.
Yang jadi point ingatanku adalah, betapa beruntungnya aku, kami, sejak kecil orang tua sudah mengajari kami doa yang berumur ribuan tahun itu. Meskipun belakangan ini aku sering berdoa secukupnya (sok iyes, merasa gak perlu, oopsss :D), tapi aku tau pentingnya doa ini, dan mulai sekarang, aku janji akan lebih sering menyertakan doa suci ini bersama doa-doa lain.
Aku akan lebih sering berdoa!
Kita sudah diperintah untuk sering berdoa kan?.
Meskipun ada beberapa pihak yang membandingkan hobi berdoa para muslim dengan hobi berdoa kaum lain dan mengkritik sukanya kok minta melulu, bukannya bersyukur dan berterima kasih!
Mereka pasti enggak tau, bahwa dalam tata cara berdoa, ada urutan-urutan sopan santun, seperti hamdalah atau ungkapan syukur diucapkan paling pertama, lalu sholawat atau ungkapan terimakasih kepada rasul karena dipandu jalan terang, lalu barulah permintaan-permintaan. Ya.. Kita semua harus meminta. Kita bukan manusia super. Kita lemah, dan kita perlu dukungan kekuatan tersembunyi yang tak terbatas! Keyakinan kita akan mengantarkan kita ke tempat yang kita inginkan!
Selamat berdoa!
Waktu sadar dan meminta ampun, mereka berdo'a, robbanaa dhollamnaa anfusanaa wa-illam taghfir lamaa, lana kuunanna minal khoosiriin.
Sebuah pengakuan atas kelemahan diri, atas kekhilafan, dan doa ini sudah berumur ribuan tahun atau mungkin jutaan tahun. Entahlah. bahkan sejarawan pun menurutku tidak akan tahu jumlah pastinya berapa lama manusia tinggal di bumi sejak zaman Adam.
Yang jadi point ingatanku adalah, betapa beruntungnya aku, kami, sejak kecil orang tua sudah mengajari kami doa yang berumur ribuan tahun itu. Meskipun belakangan ini aku sering berdoa secukupnya (sok iyes, merasa gak perlu, oopsss :D), tapi aku tau pentingnya doa ini, dan mulai sekarang, aku janji akan lebih sering menyertakan doa suci ini bersama doa-doa lain.
Aku akan lebih sering berdoa!
Kita sudah diperintah untuk sering berdoa kan?.
Berdoalah, maka akan kukabulkan!begitu firman Allah dulu.
Meskipun ada beberapa pihak yang membandingkan hobi berdoa para muslim dengan hobi berdoa kaum lain dan mengkritik sukanya kok minta melulu, bukannya bersyukur dan berterima kasih!
Mereka pasti enggak tau, bahwa dalam tata cara berdoa, ada urutan-urutan sopan santun, seperti hamdalah atau ungkapan syukur diucapkan paling pertama, lalu sholawat atau ungkapan terimakasih kepada rasul karena dipandu jalan terang, lalu barulah permintaan-permintaan. Ya.. Kita semua harus meminta. Kita bukan manusia super. Kita lemah, dan kita perlu dukungan kekuatan tersembunyi yang tak terbatas! Keyakinan kita akan mengantarkan kita ke tempat yang kita inginkan!
Selamat berdoa!
Dunia Mimpi dan Pemahaman Diri Sendiri!
Suatu ketika nanti, kalau saatnya tiba, saya akan meluncurkan blog saya yang berisi petualangan di dunia mimpi. What?!
Hahhaa.. Saya percaya, pasti banyak yang bertanya-tanya, betapa seringnya saya hidup di dunia mimpi, dan didokumentasikan pula!
Oke!
Dunia mimpi. Dunia yang tercipta waktu kita tidur. Tidak ada yang salah dengan itu. Manusia perlu tidur 6 hingga 8 jam sehari. Meskipun, ya, dalam tempo beberapa jam itu enggak semua mimpi dapat diingat, tapi kalian harus ingat: satuan waktu di dunia mimpi beda dengan dunia nyata. Kejadian bertahun-tahun di dunia mimpi mungkin saja terjadi dalam tidur yang hanya dua jam setelah solat subuh. Ajaib kan?
Sebenarnya saya cuma mau membela diri, tidak benar bahwa saya tukang tidur, wakwkawka...
Saya memegang prinsip, kalau mau hidup kita asik, semua hal yang kita lakukan harus kita sukai, dan ambil hal-hal kerennya!
Percayalah, bahwa saat buang air besar pun saya justru mendapat banyak inspirasi soal lirik lagu, notasi, atau algoritma dari masalah rumit yang enggak juga saya dapatkan saat di depan komputer. Jadi, enggak ada yang namanya kerjaan sia-sia, termasuk boker dan tidur!
Semua yang ada manfaatnya perlu di-share!
Hm.. Kalau soal mimpi, konon mimpi itu aktivitas bawah sadar. Apa yang tidak bisa kita lakukan dengan kesadaran otak dan hanya bisa terjadi di alam bawah sadar bisa terjadi di alam mimpi, dan itu sedikit-banyak bisa mencerminkan kondisi mental kita: perasaan, keinginan, obsesi, jadi pasti ada gunanya! Kalau soal tafsir mimpi dan lain-lainnya, saya juga percaya! Di jaman dulu, nabi Yusuf sangat ahli menafsirkan mimpi dengan akurat! Di jaman Rasulullah juga diceritakan kejadian-kejadian tafsir mimpi. Makin ke sini, mimpi makin sombolis memang.
Jadi, kalau kita mendokumentasikan peristiwa-peristiwa mimpi kita lalu suatu hari membacanya lagi, bisa jadi itu membantu kita memahami diri kita sendiri! Beneraannn.. Hehe..
Oke dah.. Kalau kalian ingin lihat blog dunia mimpi saya, silahkan ke http://dream-daily-watch.blogspot.com. Ada peristiwa-peristiwa yang lucu, keren, spektakuler, sampai hal-hal yang mengerikan dan hal-hal yang enggak nyambung! Semua saya anggap menyenangkan dan patut dibaca, minimal oleh saya sendiri! Hehe..
Oke. Selamatd atang di dunia mimpi, jembatan anda untuk lebih memahami kondisi alam bawah sadar anda!
Hahhaa.. Saya percaya, pasti banyak yang bertanya-tanya, betapa seringnya saya hidup di dunia mimpi, dan didokumentasikan pula!
Oke!
Dunia mimpi. Dunia yang tercipta waktu kita tidur. Tidak ada yang salah dengan itu. Manusia perlu tidur 6 hingga 8 jam sehari. Meskipun, ya, dalam tempo beberapa jam itu enggak semua mimpi dapat diingat, tapi kalian harus ingat: satuan waktu di dunia mimpi beda dengan dunia nyata. Kejadian bertahun-tahun di dunia mimpi mungkin saja terjadi dalam tidur yang hanya dua jam setelah solat subuh. Ajaib kan?
Sebenarnya saya cuma mau membela diri, tidak benar bahwa saya tukang tidur, wakwkawka...
Saya memegang prinsip, kalau mau hidup kita asik, semua hal yang kita lakukan harus kita sukai, dan ambil hal-hal kerennya!
Percayalah, bahwa saat buang air besar pun saya justru mendapat banyak inspirasi soal lirik lagu, notasi, atau algoritma dari masalah rumit yang enggak juga saya dapatkan saat di depan komputer. Jadi, enggak ada yang namanya kerjaan sia-sia, termasuk boker dan tidur!
Semua yang ada manfaatnya perlu di-share!
Hm.. Kalau soal mimpi, konon mimpi itu aktivitas bawah sadar. Apa yang tidak bisa kita lakukan dengan kesadaran otak dan hanya bisa terjadi di alam bawah sadar bisa terjadi di alam mimpi, dan itu sedikit-banyak bisa mencerminkan kondisi mental kita: perasaan, keinginan, obsesi, jadi pasti ada gunanya! Kalau soal tafsir mimpi dan lain-lainnya, saya juga percaya! Di jaman dulu, nabi Yusuf sangat ahli menafsirkan mimpi dengan akurat! Di jaman Rasulullah juga diceritakan kejadian-kejadian tafsir mimpi. Makin ke sini, mimpi makin sombolis memang.
Jadi, kalau kita mendokumentasikan peristiwa-peristiwa mimpi kita lalu suatu hari membacanya lagi, bisa jadi itu membantu kita memahami diri kita sendiri! Beneraannn.. Hehe..
Oke dah.. Kalau kalian ingin lihat blog dunia mimpi saya, silahkan ke http://dream-daily-watch.blogspot.com. Ada peristiwa-peristiwa yang lucu, keren, spektakuler, sampai hal-hal yang mengerikan dan hal-hal yang enggak nyambung! Semua saya anggap menyenangkan dan patut dibaca, minimal oleh saya sendiri! Hehe..
Oke. Selamatd atang di dunia mimpi, jembatan anda untuk lebih memahami kondisi alam bawah sadar anda!
Judging By Cover
Jaman sudah modern, tapi menurut saya, orang-orang di sekitar kita (bahkan di Jogja sekalipun) masih banyak yang menilai kepribadian seseorang dari penampilan.
Saya punya sedikit cerita nih..
Saya dibantu temen-temen lagi nyari kos di daerah selatan Jogja. Setelah puter sana-puter sini dan selalu enggak kebagian tempat, saya mendapat saran rumah kos di gang Pandu. Ada rumah kompleks kos-kosan dengan banyak kamar.
Waktu kami masuk, kami disambut bapak-bapak berusia tua, mungkin sekitar 70 atau 80an tahun.
Melihat ada beberapa cowok-cewek berdiri di depannya, beliau menanyakan, siapa yang hendak cari kamar kos? Waktu tau saya yang nyari, si bapak memandangi saya beberapa saat (dari rambut hingga kaki), lalu setelah itu bertanya kuliah di mana, asal dari mana, etcetera, dan setelah itu barulah beliau bilang "maaf, tidak ada kamar kosong", hehe..
Bukan hendak berburuk sangka. Tapi kalau kamar kosong, akan langsung dikatakan di awal bahwa kamar kosong. Nyatanya pemilik rumah menemukan pria muda dengan penampilan acakadut, rambut gondrong tidak disisir, berkaos oblong, dan sehingga dengan amat sangat terpaksa dikatakannya bahwa tidak ada kamar kosong. Joss!
Saya belum lulus sarjana, dan di sela-sela waktu bekerja dan ngurusin skripsi, saya bantu-bantu memandu praktikum di lab kampus (kelas reguler dan kelas paralel).
Yang paling menyenangkan adalah memandu kelas paralel (kelas malam), anak-anaknya interaktif meskipun tidak sebanyak kelas reguler. Dari mereka saya sering dapat masukan mengenai cara penyampaian materi yang lebih baik lagi.
Suatu kali, saya langsung pulang setelah praktikum kelas paralel. Di parkiran lantai bawah, salah seorang praktikan terpana melihat saya menggenjot dan melaju dengan sepeda menuju pintu keluar. Kok cuma pakai sepeda mas? Mungkin ekspektasinya adalah saya seorang pengajar yang terlalu keren untuk pake sepeda, hahaha.
Belum lama saya membuka rekening di bank swasta untuk urusan transfer gaji. Melihat saya datang dengan sepeda, satpam penjaga pintu depan terbelalak lalu tersenyum dengan ekspresi tidak biasa. Irregular smile! Hehe.. Mungkin aneh, seorang penunggang sepeda berambut gondrong sebahu, acak-acakan, datang ke bank swasta.
Cewek front-liner menjelaskan satu-persatu mengenai layanan yang bisa diambil sebagai nasabah, jarang sekali menunjukkan keramahan dan kehangatan, dan step-step berikutnya lebih mirip sebuah transaksi jual-beli biasa. Ternyata ada ya, neraka berbentuk lembaga financial!
Saya berusaha introspeksi sambil tetap duduk mengawasi si cewek memasukkan aplikasi saya ke komputer.
Ya. Seorang cowok berrambut gondrong tidak teratur, pakai kemeja panjang tapi dilipat hingga siku, dan di pergelangan tanggannya bukannya jam tangan, tapi karet gelang yang sewaktu-waktu dipakai buat mengikat rambut ikalnya. Walaah.. Pantessss, saya dilayani dengan setengah hati. Pasti dia risih! Wakakakaa....
Ini jauh berbeda dengan keadaan dua tahun lalu saat saya datang dengan tujuan yang sama, di bank yang sama, acara yang sama, dengan pelayanan yang penuh kehangatan dan canda tawa. Tentu saja dengan front-liner yang lain, dan tampilan saya yang jauh lebih baik. Karena saya pernah menjadi orang yang mungkin berbeda di mata orang: rapi, sopan, jaim.. Ihik ihik...!
Meskipun saya lebih sering memegang prinsip cuek, apapun yang orang lakukan asal tidak merugikan saya, saya akan tutup mata, tapi kali ini saya sampai pada suatu kesimpulan, bahwa pepatah "kamu dinilai bukan dari wajahmu, pakaianmu, penampilanmu" adalah pepatah yang lebih sering salah!
Lagian, saya nggak cuek-cuek amat. Meskipun males ngerawat rambut (saya memang tidak mau motongnya), tapi saya tetap pakai kemeja untuk acara-acara formal, bahkan kadang pakai jas casual, saya juga tidak punya hal-hal aneh seperti bertato, bertindik, dan saya selalu bersikap ramah, murah senyum, baik hati, dan gemar menabung (buktinya abis buka rekening), wakwkakwa....
Saya berpikir: alangkah indahnya jika semua orang menjadi dirinya sendiri, apa adanya, dalam artian yang positif tentunya. Semua orang tidak berusaha menjadi orang lain agar diterima. Orisinalitas dipertahankan, karena setiap pribadi adalah unik! Bikin dunia penuh warna.
Nggak kebayang kalau di bumi ini semua pria harus berambut cepak, pakai kemeja kaku atau ditambah dasi, sepatu pantofel yang bikin kurang gesit, wanita harus pakai sweater dan sepatu hak tinggi, dan lain-lain. See? Everone looks the same! Membosankan! :P
Yah... Namanya juga intermezo... Jangan dianggap serius... Yang jelas pelangi tetap lebih indah dibanding hitam putih. Menurut saya looo :P
Saya punya sedikit cerita nih..
Saya dibantu temen-temen lagi nyari kos di daerah selatan Jogja. Setelah puter sana-puter sini dan selalu enggak kebagian tempat, saya mendapat saran rumah kos di gang Pandu. Ada rumah kompleks kos-kosan dengan banyak kamar.
Waktu kami masuk, kami disambut bapak-bapak berusia tua, mungkin sekitar 70 atau 80an tahun.
Melihat ada beberapa cowok-cewek berdiri di depannya, beliau menanyakan, siapa yang hendak cari kamar kos? Waktu tau saya yang nyari, si bapak memandangi saya beberapa saat (dari rambut hingga kaki), lalu setelah itu bertanya kuliah di mana, asal dari mana, etcetera, dan setelah itu barulah beliau bilang "maaf, tidak ada kamar kosong", hehe..
Bukan hendak berburuk sangka. Tapi kalau kamar kosong, akan langsung dikatakan di awal bahwa kamar kosong. Nyatanya pemilik rumah menemukan pria muda dengan penampilan acakadut, rambut gondrong tidak disisir, berkaos oblong, dan sehingga dengan amat sangat terpaksa dikatakannya bahwa tidak ada kamar kosong. Joss!
Saya belum lulus sarjana, dan di sela-sela waktu bekerja dan ngurusin skripsi, saya bantu-bantu memandu praktikum di lab kampus (kelas reguler dan kelas paralel).
Yang paling menyenangkan adalah memandu kelas paralel (kelas malam), anak-anaknya interaktif meskipun tidak sebanyak kelas reguler. Dari mereka saya sering dapat masukan mengenai cara penyampaian materi yang lebih baik lagi.
Suatu kali, saya langsung pulang setelah praktikum kelas paralel. Di parkiran lantai bawah, salah seorang praktikan terpana melihat saya menggenjot dan melaju dengan sepeda menuju pintu keluar. Kok cuma pakai sepeda mas? Mungkin ekspektasinya adalah saya seorang pengajar yang terlalu keren untuk pake sepeda, hahaha.
Belum lama saya membuka rekening di bank swasta untuk urusan transfer gaji. Melihat saya datang dengan sepeda, satpam penjaga pintu depan terbelalak lalu tersenyum dengan ekspresi tidak biasa. Irregular smile! Hehe.. Mungkin aneh, seorang penunggang sepeda berambut gondrong sebahu, acak-acakan, datang ke bank swasta.
Cewek front-liner menjelaskan satu-persatu mengenai layanan yang bisa diambil sebagai nasabah, jarang sekali menunjukkan keramahan dan kehangatan, dan step-step berikutnya lebih mirip sebuah transaksi jual-beli biasa. Ternyata ada ya, neraka berbentuk lembaga financial!
Saya berusaha introspeksi sambil tetap duduk mengawasi si cewek memasukkan aplikasi saya ke komputer.
Ya. Seorang cowok berrambut gondrong tidak teratur, pakai kemeja panjang tapi dilipat hingga siku, dan di pergelangan tanggannya bukannya jam tangan, tapi karet gelang yang sewaktu-waktu dipakai buat mengikat rambut ikalnya. Walaah.. Pantessss, saya dilayani dengan setengah hati. Pasti dia risih! Wakakakaa....
Ini jauh berbeda dengan keadaan dua tahun lalu saat saya datang dengan tujuan yang sama, di bank yang sama, acara yang sama, dengan pelayanan yang penuh kehangatan dan canda tawa. Tentu saja dengan front-liner yang lain, dan tampilan saya yang jauh lebih baik. Karena saya pernah menjadi orang yang mungkin berbeda di mata orang: rapi, sopan, jaim.. Ihik ihik...!
Meskipun saya lebih sering memegang prinsip cuek, apapun yang orang lakukan asal tidak merugikan saya, saya akan tutup mata, tapi kali ini saya sampai pada suatu kesimpulan, bahwa pepatah "kamu dinilai bukan dari wajahmu, pakaianmu, penampilanmu" adalah pepatah yang lebih sering salah!
Lagian, saya nggak cuek-cuek amat. Meskipun males ngerawat rambut (saya memang tidak mau motongnya), tapi saya tetap pakai kemeja untuk acara-acara formal, bahkan kadang pakai jas casual, saya juga tidak punya hal-hal aneh seperti bertato, bertindik, dan saya selalu bersikap ramah, murah senyum, baik hati, dan gemar menabung (buktinya abis buka rekening), wakwkakwa....
Saya berpikir: alangkah indahnya jika semua orang menjadi dirinya sendiri, apa adanya, dalam artian yang positif tentunya. Semua orang tidak berusaha menjadi orang lain agar diterima. Orisinalitas dipertahankan, karena setiap pribadi adalah unik! Bikin dunia penuh warna.
Nggak kebayang kalau di bumi ini semua pria harus berambut cepak, pakai kemeja kaku atau ditambah dasi, sepatu pantofel yang bikin kurang gesit, wanita harus pakai sweater dan sepatu hak tinggi, dan lain-lain. See? Everone looks the same! Membosankan! :P
Yah... Namanya juga intermezo... Jangan dianggap serius... Yang jelas pelangi tetap lebih indah dibanding hitam putih. Menurut saya looo :P
Sunday, October 28, 2012
Banyak Energi Positif Di Sekitar Kita
Sejak tinggal di tempat yang baru, ada banyak hal yang kuanggap sebagai energi positif. Energi positif dari orang-orang.
Hal-hal apa yang dilakukan oleh orang yang bikin aku inspired dan on fire, maka kusebut itu energi positif!
Aku punya tempat laundry favorit terbaru, haha! Aslinya gak sengaja, gara-gara tempat langgananku tutup berapa hari, aku terpaksa cari yang lain (banyak tumpukan pakaian kotor di kamar jadi gak asik:P).
Tempat laundry yang baru ini agak jauh, mendekati simpang jalan utama, tapi tetep asik kesana jalan kaki.
Tempat ini didominasi oleh ibu-ibu. Ya, karena mereka yang ngerjain order cucian, mulai seorang ibu setengah baya dan dua ibu-ibu tua lainnya.
Pertama kali aku ke sana, mereka bilang jam bukanya hingga jam 10 malam. Waw!
Tadi malam pertama kalinya aku ngambil hasil cucian menjelang jam 10 malam dan ngeliat mereka kerja kompakan, keren banget! Yang dua nyuci, yang satu nyetrika, keliatan banget semangatnya! Ibu-ibu tua yang punya semangat muda!
Waktu mereka nerima order cuci, salah satunya nimbang, terus mbikinin nota (semua juga gitu :D). Tapi di sini, mereka akan mastiin hari apa dan jam berapa bisa diambil (meskipun kami semua tau akan jadi dalam 2 hari, tapi di sini akan disebutkan bisa diambil hari sekian tgl sekian, sore or malem). Mereka bahkan punya kalender kerja yang dipajang di dekat meja setrika. Waw! Salah satu cerminan orang yang menghargai waktu orang lain :D.
Saat aku ngambil hasil cucian, ternyata rincian itemnya sangat detil dilampirkan: kemeja berapa buah, kaos berapa buah, celana, jaket, sarung batik, dll, lengkap! Mirip mekanisme kroscek antara penjual dan pembeli (iyalah, mereka penjualnya). Hal yang simpel! Tapi ini tempat laundry pertama yang menurutku begitu jeli mengurus hal-hal kecil. You know what, buddy... Orang-orang yang mampu membuat dan memiliki karya besar adalah orang-orang yang aware terhadap hal-hal kecil. Yoi, tanpa hal kecil nggak ada hal besar kan..
Udah cukup sharingnya hari ini.
Sebenarnya waktu di jalan atau lagi istirahat kerja, sering kepikiran ide-ide untuk dishare ke blog, tapi begitu megang komputer gak ada yang keinget. Exactl!
That's why kita perlu ngeblog. Buat ngurangin resiko pikun :P
Hal-hal apa yang dilakukan oleh orang yang bikin aku inspired dan on fire, maka kusebut itu energi positif!
Aku punya tempat laundry favorit terbaru, haha! Aslinya gak sengaja, gara-gara tempat langgananku tutup berapa hari, aku terpaksa cari yang lain (banyak tumpukan pakaian kotor di kamar jadi gak asik:P).
Tempat laundry yang baru ini agak jauh, mendekati simpang jalan utama, tapi tetep asik kesana jalan kaki.
Tempat ini didominasi oleh ibu-ibu. Ya, karena mereka yang ngerjain order cucian, mulai seorang ibu setengah baya dan dua ibu-ibu tua lainnya.
Pertama kali aku ke sana, mereka bilang jam bukanya hingga jam 10 malam. Waw!
Tadi malam pertama kalinya aku ngambil hasil cucian menjelang jam 10 malam dan ngeliat mereka kerja kompakan, keren banget! Yang dua nyuci, yang satu nyetrika, keliatan banget semangatnya! Ibu-ibu tua yang punya semangat muda!
Waktu mereka nerima order cuci, salah satunya nimbang, terus mbikinin nota (semua juga gitu :D). Tapi di sini, mereka akan mastiin hari apa dan jam berapa bisa diambil (meskipun kami semua tau akan jadi dalam 2 hari, tapi di sini akan disebutkan bisa diambil hari sekian tgl sekian, sore or malem). Mereka bahkan punya kalender kerja yang dipajang di dekat meja setrika. Waw! Salah satu cerminan orang yang menghargai waktu orang lain :D.
Saat aku ngambil hasil cucian, ternyata rincian itemnya sangat detil dilampirkan: kemeja berapa buah, kaos berapa buah, celana, jaket, sarung batik, dll, lengkap! Mirip mekanisme kroscek antara penjual dan pembeli (iyalah, mereka penjualnya). Hal yang simpel! Tapi ini tempat laundry pertama yang menurutku begitu jeli mengurus hal-hal kecil. You know what, buddy... Orang-orang yang mampu membuat dan memiliki karya besar adalah orang-orang yang aware terhadap hal-hal kecil. Yoi, tanpa hal kecil nggak ada hal besar kan..
Udah cukup sharingnya hari ini.
Sebenarnya waktu di jalan atau lagi istirahat kerja, sering kepikiran ide-ide untuk dishare ke blog, tapi begitu megang komputer gak ada yang keinget. Exactl!
That's why kita perlu ngeblog. Buat ngurangin resiko pikun :P
Friday, October 19, 2012
Saat-Saat Paling Berkesan
Dear bloggy..
Ada banyak hal yang enggak pernah aku lupa dalam hidup, sejak kecil hingga hari ini (hiks hiks, jadi sentimentil gini nih, gara-gara kangen ibunda).
Tapi tidak banyak yang benar-benar berkesan begitu dalam.
[____] <-- (icon ini bacanya: "embeerr".. oopsss!).
- Aku diajak berenang di kolam oleh kakak perempuanku. Aku masih kecil bangeettt. Beliau menggendong lalu membawaku berenang ke sisi kolam yang lain. Aku megap-megap dan menangis kencang karena kemasukan air, biarpun kakakku sudah pakai bantuan udara di dalam benda semacam ban renang. Nggak nyangka saat mulai tumbuh besar, aku paling suka main di kolam, sungai, dan di manapun asal bisa berenang.
- Ayahku meninggalkanku untuk menjadi imam solat maghrib, padahal aku senang sekali disuapin makanan getuk oleh beliau. Aku menangis karena tak mau ditinggal pergi dan membanting sisa makanan yang kupegang. Aku pernah begitu dekat dengan ayahku! Begitu dekat...!
- Ibuku jarang sekali pakai bedak. Suatu ketika karena bedak milik kakakku jatuh berantakan, ibuku memakai riasan bedak dari serpihan-serpihan yang jatuh. Itu karena beliau tidak suka pada apapun yang bersifat kesia-siaan. Ibuku memang yang terbaik di dunia.
- Nenekku memergokiku sedang bermain-main dan menangkap anak-anak kelinci di kandang belakang. Aku dimarahi oleh beliau hingga menangis, lalu setelah reda, beliau memberiku buah jambu biji yang besar dan hampir matang. Pelajaran sejak dini, bahwa sungguhpun binatang pun tidak pernah layak untuk dipermainkan.
- Aku punya luka parah di kaki kanan hingga musti istirahat beberapa hari (tidak sekolah, tidak bisa pergi bermain, dan juga tidak solat. Akh, maklum, masih anak piyik ini..). Tapi saat hari-hari puasa sunah, aku tetap ikut sahur dan berpuasa. Kakak perempuanku yang membantu ibuku menyiapkan makanan, bertanya pada ibuku. Bu, memangnya kalau orang tidak solat dan tetap berpuasa, puasanya akan sah dan diterima ya? Aku tidak ingat apa jawaban ibuku.
- Aku pernah jadi korban tabrak lari saat masih kecil, dan saat dibaringkan di dipan yang lebar, nenekku menyuapiku dengan nasi dan sayur pakis yang waktu itu terasa sangat enak...
- Aku ingat dua kali pernah meminta ibuku memasak sesuatu yang spesial saat aku sakit. Yang pertama bubur, yang kedua tumis kangkung!.
- Ayahku memberitahu kami, tidak mungkin kita mengaku sudah benar-benar mengenal seseorang hanya karena kita bergaul dengannya selama setahun-dua tahun. Sekarang aku tau, beliau sungguh berkata benar!
- Menjelang wisuda program diploma, dua orang kakak perempuanku mengunjungiku, lalu kami bertiga jalan-jalan melihat Borobudur. Kami naik becak bertiga. Hahaha, sopir becaknya harus kerja ekstra keras!
Semakin aku tumbuh dewasa, semakin aku yakin, betapa dalam dan kuatnya upaya orangtua dan keluargaku dalam membesarkan kami. Bahkan hingga hal-hal kecilpun tidak luput dari perhatian.
Aku senang terlahir dari mereka, bukan dari orang lain. Dan meskipun semakin lama daya ingatku melemah seiring waktu, tapi ingatan-ingatan pada hal-hal kecil (bahkan pada umur tiga atau empat tahun) tetap dapat kuingat dengan baik membuatku bangga dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang sempurna dalam kesederhanaan.
Aku yakin, tuhan akan dengan senang hati membalas dengan menyediakan tempat terbaik di sana, untuk orangtuaku, untuk kakak-kakakku, keluargaku, kerabatku!
Aku ingin jadi orang yang punya banyak manfaat untuk mereka dan rumahtanggaku kelak. Dan lebih dari itu, aku ingin pada lingkup yang lebih luas. Aku ingin jadi panusia super! Super bukan dalam arti yang seperti ono noh.. Tapi super yang ada kaitannya dengan postingan ini, hehe :P
Ada banyak hal yang enggak pernah aku lupa dalam hidup, sejak kecil hingga hari ini (hiks hiks, jadi sentimentil gini nih, gara-gara kangen ibunda).
Tapi tidak banyak yang benar-benar berkesan begitu dalam.
[____] <-- (icon ini bacanya: "embeerr".. oopsss!).
- Aku diajak berenang di kolam oleh kakak perempuanku. Aku masih kecil bangeettt. Beliau menggendong lalu membawaku berenang ke sisi kolam yang lain. Aku megap-megap dan menangis kencang karena kemasukan air, biarpun kakakku sudah pakai bantuan udara di dalam benda semacam ban renang. Nggak nyangka saat mulai tumbuh besar, aku paling suka main di kolam, sungai, dan di manapun asal bisa berenang.
- Ayahku meninggalkanku untuk menjadi imam solat maghrib, padahal aku senang sekali disuapin makanan getuk oleh beliau. Aku menangis karena tak mau ditinggal pergi dan membanting sisa makanan yang kupegang. Aku pernah begitu dekat dengan ayahku! Begitu dekat...!
- Ibuku jarang sekali pakai bedak. Suatu ketika karena bedak milik kakakku jatuh berantakan, ibuku memakai riasan bedak dari serpihan-serpihan yang jatuh. Itu karena beliau tidak suka pada apapun yang bersifat kesia-siaan. Ibuku memang yang terbaik di dunia.
- Nenekku memergokiku sedang bermain-main dan menangkap anak-anak kelinci di kandang belakang. Aku dimarahi oleh beliau hingga menangis, lalu setelah reda, beliau memberiku buah jambu biji yang besar dan hampir matang. Pelajaran sejak dini, bahwa sungguhpun binatang pun tidak pernah layak untuk dipermainkan.
- Aku punya luka parah di kaki kanan hingga musti istirahat beberapa hari (tidak sekolah, tidak bisa pergi bermain, dan juga tidak solat. Akh, maklum, masih anak piyik ini..). Tapi saat hari-hari puasa sunah, aku tetap ikut sahur dan berpuasa. Kakak perempuanku yang membantu ibuku menyiapkan makanan, bertanya pada ibuku. Bu, memangnya kalau orang tidak solat dan tetap berpuasa, puasanya akan sah dan diterima ya? Aku tidak ingat apa jawaban ibuku.
- Aku pernah jadi korban tabrak lari saat masih kecil, dan saat dibaringkan di dipan yang lebar, nenekku menyuapiku dengan nasi dan sayur pakis yang waktu itu terasa sangat enak...
- Aku ingat dua kali pernah meminta ibuku memasak sesuatu yang spesial saat aku sakit. Yang pertama bubur, yang kedua tumis kangkung!.
- Ayahku memberitahu kami, tidak mungkin kita mengaku sudah benar-benar mengenal seseorang hanya karena kita bergaul dengannya selama setahun-dua tahun. Sekarang aku tau, beliau sungguh berkata benar!
- Menjelang wisuda program diploma, dua orang kakak perempuanku mengunjungiku, lalu kami bertiga jalan-jalan melihat Borobudur. Kami naik becak bertiga. Hahaha, sopir becaknya harus kerja ekstra keras!
Semakin aku tumbuh dewasa, semakin aku yakin, betapa dalam dan kuatnya upaya orangtua dan keluargaku dalam membesarkan kami. Bahkan hingga hal-hal kecilpun tidak luput dari perhatian.
Aku senang terlahir dari mereka, bukan dari orang lain. Dan meskipun semakin lama daya ingatku melemah seiring waktu, tapi ingatan-ingatan pada hal-hal kecil (bahkan pada umur tiga atau empat tahun) tetap dapat kuingat dengan baik membuatku bangga dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang sempurna dalam kesederhanaan.
Aku yakin, tuhan akan dengan senang hati membalas dengan menyediakan tempat terbaik di sana, untuk orangtuaku, untuk kakak-kakakku, keluargaku, kerabatku!
Aku ingin jadi orang yang punya banyak manfaat untuk mereka dan rumahtanggaku kelak. Dan lebih dari itu, aku ingin pada lingkup yang lebih luas. Aku ingin jadi panusia super! Super bukan dalam arti yang seperti ono noh.. Tapi super yang ada kaitannya dengan postingan ini, hehe :P
Wednesday, October 3, 2012
Senandung Angin!
Aku telah jatuh cinta pada angin!
Pada hembusan lembutnya.
Pada keheningan dan kebisuannya.
Pada gerakannya yang agresif!
Akh...!
Kenapa baru sekarang aku menyadarinya?
Bukankah sedari dulu aku mengenalmu?
Bukankah kau selalu menemaniku?
Bukankah kemanapun ku pergi, kaulah yang terdekat denganku?
Aku telah jatuh cinta pada angin!
Meskipun ada yang bilang kau plin-plan!
Meskipun ada yang bilang kau lambang inkonsistensi!
Pendiam tapi sering bergemuruh sendiri!
Tapi sebenarnya kau menulis nyanyian dalam hatiku,
Di alam bawah sadarku!
Akh...!
Aku bahkan tak tahu akan tinggal hingga kapan!
Aku bahkan tak tahu akankah kau terus mengikutiku..
Saat aku berada pada dimensi lain.
Akankah kau tetap jadi yang terdekat denganku?
Akankah kau turut serta, lalu kerasan dan menjadi satu denganku?
Aku telah jatuh cinta pada angin!
Pada udara yang tenang,
Pada hembusan yang ribut,
Pada arus yang meresahkan,
Pada gelombang yang mencekam,
Pada gulungan badai yang mematikan!
Aku jatuh cinta pada semua bentukmu!
Kau yang kukenal pertama sejak aku hadir
Dan suatu ketika
Tak lama lagi
Kita akan menjadi satu
Kau dan aku!
Menjadi satu nafas..
Ketenangan dan kebrutalan yang diperindah oleh seni.
Pasangan sejiwa, sebelum aku berpindah dimensi.
Aku telah jatuh cinta pada angin!
Pada semua keindahan dan kebuasanmu!
Terimalah aku, menjadi bagian nafasmu!
Pada hembusan lembutnya.
Pada keheningan dan kebisuannya.
Pada gerakannya yang agresif!
Akh...!
Kenapa baru sekarang aku menyadarinya?
Bukankah sedari dulu aku mengenalmu?
Bukankah kau selalu menemaniku?
Bukankah kemanapun ku pergi, kaulah yang terdekat denganku?
Aku telah jatuh cinta pada angin!
Meskipun ada yang bilang kau plin-plan!
Meskipun ada yang bilang kau lambang inkonsistensi!
Pendiam tapi sering bergemuruh sendiri!
Tapi sebenarnya kau menulis nyanyian dalam hatiku,
Di alam bawah sadarku!
Akh...!
Aku bahkan tak tahu akan tinggal hingga kapan!
Aku bahkan tak tahu akankah kau terus mengikutiku..
Saat aku berada pada dimensi lain.
Akankah kau tetap jadi yang terdekat denganku?
Akankah kau turut serta, lalu kerasan dan menjadi satu denganku?
Aku telah jatuh cinta pada angin!
Pada udara yang tenang,
Pada hembusan yang ribut,
Pada arus yang meresahkan,
Pada gelombang yang mencekam,
Pada gulungan badai yang mematikan!
Aku jatuh cinta pada semua bentukmu!
Kau yang kukenal pertama sejak aku hadir
Dan suatu ketika
Tak lama lagi
Kita akan menjadi satu
Kau dan aku!
Menjadi satu nafas..
Ketenangan dan kebrutalan yang diperindah oleh seni.
Pasangan sejiwa, sebelum aku berpindah dimensi.
Aku telah jatuh cinta pada angin!
Pada semua keindahan dan kebuasanmu!
Terimalah aku, menjadi bagian nafasmu!
Tuesday, September 18, 2012
Brand New Life!
Akhhh.... Udah seminggu tinggal di kos baru.
Appaa? Pindah baru? Nomaden bangedhh (gitu kata temen2 yang "memergoki" fakta bahwa aku pindah alamat lagi). Hehe
Coba bayangkan, apa lagi yang lebih baik dari ini..?
Kos jauh dari kampus, jauh dari kantor, jadi tiap hari mau tak mau aku berolah raga mengencangkan paha dan betis.. Lalu saat sampai di rumah dan saat bangun tidur akan kulanjutkan dengan push-up dan sit-up sejumlah sekian kali. Fitnes gratis kan? Hehe.. Dijamin fisik sehat (kalo ntar badan jadi agak bagusan dikit, ya anggap bonus laahh, ahihihi).
Kosku jauh dari pusat aktivitas sehari-hari. Jauh dari kebisingan lalu-lintas konsumen, jauh dari bayang-bayang "keganasan kampus" (wakakaka), jauh dari gonggongan para preman banci (wikikiki), pokoknya totally brand new life. Warna baru. Dijamin psikis lebih fresh, ide lebih banyak keluar..! Meskipun untuk satu hal tetap sulit dihilangkan, yaitu MALES! dot com :P
Ada jeleknya nggak ya, pindah ke pinggiran ini?
Hm.. Coba dicari. Dicari dicari dicari.
Ada!
Waktu lebih banyak terpakai di jalan. Jadi saat orang-orang di kampus dan bigboss membutuhkanku (ciee, yaelah, cuwit cuwit....), aku nggak bisa ready dalam 2 menit! Tapi ya tetep ada sisi bagusnya. Semua hal yang mau kulakukan besok udah kurencanain dari hari ini. Peningkatan kan..? Planning, organizing, actuating, controlling, dan entah apa lagi anak-anak cucu-cicitnya manajemen dulu itu.
Soal koneksi internet, gak usah mikir lagi. Udah punya modem euy! 150an KBps, lumayan sangit! yang jelas gw bukan downloader (mau downlaod apa lagi? MP3, film, aplikasi, semua udah ndonlod di kantor, buakakakaka)... Pokoknya tetep stay-tuned di dunia maya yang lama, meskipun di dunia nyata yang baru. Ehem!
Anyway...
Satu hal yang jadinya ketunda gara-gara pindahan dan beli sepeda plus modem: aku belum jadi miara ikan koi! Yah, tak apa.. Niat baik sudah dihitung satu point! Nanti kalo keturutan, pointku jadi dua! Epleketek!
Ngomong-ngomong soal piaraan.. Di warung makannya Mbak Sum, ada beberapa ekor burung dalam sangkar masing-masing. Aku jadi kepikiran: gimana seandainya yang dipiara di dalam sangkar tuh bukannya burung, tapi ayam! Kan sama-sama unggas tuh... Sama-sama punya sayap.. Dan ayam jelas lebih bermanfaat dari pada burung karena setiap subuh dia bisa jadi alarm natural! Ahahaa...
Nggak kebayang gimana ngurus tainya! Hoek! Lagian, burung aja yang tergolong agak "pendiam" juga sering mondar-mandir gak tenang, gimana kalo ayam ya.. Bisa-bisa bukan alarm pagi yang didapat, malah alarm setiap saat saking berisiknya.
Okeh. Rencana buat besok: ambil pasfoto pagi-pagi, ke kampus buat ngurus KTM baru, terus nongkrong di lab bentar ngajarin "murid-murid 4ll4y", terus ngantor ampe jam 9, nyiapin laporan mingguan, terus pulang dan.... Latihan.. dedeng deng...!
Wes ah! Ada yang harus dilakuin! :D
Appaa? Pindah baru? Nomaden bangedhh (gitu kata temen2 yang "memergoki" fakta bahwa aku pindah alamat lagi). Hehe
Coba bayangkan, apa lagi yang lebih baik dari ini..?
Kos jauh dari kampus, jauh dari kantor, jadi tiap hari mau tak mau aku berolah raga mengencangkan paha dan betis.. Lalu saat sampai di rumah dan saat bangun tidur akan kulanjutkan dengan push-up dan sit-up sejumlah sekian kali. Fitnes gratis kan? Hehe.. Dijamin fisik sehat (kalo ntar badan jadi agak bagusan dikit, ya anggap bonus laahh, ahihihi).
Kosku jauh dari pusat aktivitas sehari-hari. Jauh dari kebisingan lalu-lintas konsumen, jauh dari bayang-bayang "keganasan kampus" (wakakaka), jauh dari gonggongan para preman banci (wikikiki), pokoknya totally brand new life. Warna baru. Dijamin psikis lebih fresh, ide lebih banyak keluar..! Meskipun untuk satu hal tetap sulit dihilangkan, yaitu MALES! dot com :P
Ada jeleknya nggak ya, pindah ke pinggiran ini?
Hm.. Coba dicari. Dicari dicari dicari.
Ada!
Waktu lebih banyak terpakai di jalan. Jadi saat orang-orang di kampus dan bigboss membutuhkanku (ciee, yaelah, cuwit cuwit....), aku nggak bisa ready dalam 2 menit! Tapi ya tetep ada sisi bagusnya. Semua hal yang mau kulakukan besok udah kurencanain dari hari ini. Peningkatan kan..? Planning, organizing, actuating, controlling, dan entah apa lagi anak-anak cucu-cicitnya manajemen dulu itu.
Soal koneksi internet, gak usah mikir lagi. Udah punya modem euy! 150an KBps, lumayan sangit! yang jelas gw bukan downloader (mau downlaod apa lagi? MP3, film, aplikasi, semua udah ndonlod di kantor, buakakakaka)... Pokoknya tetep stay-tuned di dunia maya yang lama, meskipun di dunia nyata yang baru. Ehem!
Anyway...
Satu hal yang jadinya ketunda gara-gara pindahan dan beli sepeda plus modem: aku belum jadi miara ikan koi! Yah, tak apa.. Niat baik sudah dihitung satu point! Nanti kalo keturutan, pointku jadi dua! Epleketek!
Ngomong-ngomong soal piaraan.. Di warung makannya Mbak Sum, ada beberapa ekor burung dalam sangkar masing-masing. Aku jadi kepikiran: gimana seandainya yang dipiara di dalam sangkar tuh bukannya burung, tapi ayam! Kan sama-sama unggas tuh... Sama-sama punya sayap.. Dan ayam jelas lebih bermanfaat dari pada burung karena setiap subuh dia bisa jadi alarm natural! Ahahaa...
Nggak kebayang gimana ngurus tainya! Hoek! Lagian, burung aja yang tergolong agak "pendiam" juga sering mondar-mandir gak tenang, gimana kalo ayam ya.. Bisa-bisa bukan alarm pagi yang didapat, malah alarm setiap saat saking berisiknya.
Okeh. Rencana buat besok: ambil pasfoto pagi-pagi, ke kampus buat ngurus KTM baru, terus nongkrong di lab bentar ngajarin "murid-murid 4ll4y", terus ngantor ampe jam 9, nyiapin laporan mingguan, terus pulang dan.... Latihan.. dedeng deng...!
Wes ah! Ada yang harus dilakuin! :D
Tuesday, September 11, 2012
Story Of Me
So, here i am.
Awake 'till 'bout midnight.
Spending most of time in job works and a few other time for music and formal studying.
Working in -- maybe in other people impression -- strange outfit all the day: sarong, short shirt, boxer, and sometimes i don't even wear any shirt!.
This is what i really am. I feel so comfort to be like this, and don't ever wanna be somebody else.
Nobody ever minds being around a strange guy like me, even my own bigboss either. They know what i need to do my job in my best way.
People came and left in certain time (i mean, what time to work, to be home, what time to go to bed, etc), but i do whatever i want whenever i will. Nobody complains me about my wild behavior. They know when and what time would be my best time to do certain things, even it doesn't stay the same all the time.
This is the best part of my life!
Hm...
But, u know me. A guy with full of friendly smiles and jokes. A friendly-breakin'-rule-guy, ahahaha...
This just another joke, take it easy. I do my job very well, and maybe i'll soon have my own graduation in my technical major studying in next few weeks or months.
Wish me luck, Babyface!
Sunday, September 9, 2012
The Promise
I'm going to be better, from now on!
Better worker, better musician, better teacher, better student, better citizen, definitely: better man!
I'm going to move physically on next tuesday, and i'll soon get back my spiritual life as well!
I failed on my last try, and i'm starting over again...
In my last-two-year, i've been learning that it's impossible to get my self better while i don't sacrify anything.
I believe god and the universe are awaiting something more than this from inside of me.
Dad, you'll see your son being a better human-being, from now on. I Promise!
Better worker, better musician, better teacher, better student, better citizen, definitely: better man!
I'm going to move physically on next tuesday, and i'll soon get back my spiritual life as well!
I failed on my last try, and i'm starting over again...
In my last-two-year, i've been learning that it's impossible to get my self better while i don't sacrify anything.
I believe god and the universe are awaiting something more than this from inside of me.
Dad, you'll see your son being a better human-being, from now on. I Promise!
Wednesday, August 29, 2012
Someway In Arabic Language
It's so weird, time after time i thought that it was good for me praying in my own language, Indonesian (praying for prasing and asking, not sholah).
Someway i thought that arabic language doesn't have a polite manner in asking, such as "please give my mom a health and wisdom, would you mind letting me to be in my best condition when death day came, i beg your mercy, bla bla bla) which ones i used to say in indonesian everytime i pray to god.
I wonder how stupid i am, or how ancient the language is..
But i'm proud having arabic as my fourth language. Thanks dad, you thaught me well.
Someway i thought that arabic language doesn't have a polite manner in asking, such as "please give my mom a health and wisdom, would you mind letting me to be in my best condition when death day came, i beg your mercy, bla bla bla) which ones i used to say in indonesian everytime i pray to god.
I wonder how stupid i am, or how ancient the language is..
But i'm proud having arabic as my fourth language. Thanks dad, you thaught me well.
Tuesday, August 28, 2012
From a Single Step
So, here i am, starting a new season of formal and informal sense of life.
Starting a better way to do my job works, starting a better feel of fingering my classic guitars, starting a new chapter of campuss junior co-lecturing, having my new dream-watch, and taking back my religious days.
Hm.. I feel like a better man.
"a journey of a thousand miles begins with a single step", yeah, i know it's true.
I wish this could be a permanent side of me, good one.
Starting a better way to do my job works, starting a better feel of fingering my classic guitars, starting a new chapter of campuss junior co-lecturing, having my new dream-watch, and taking back my religious days.
Hm.. I feel like a better man.
"a journey of a thousand miles begins with a single step", yeah, i know it's true.
I wish this could be a permanent side of me, good one.
Sunday, August 19, 2012
Surat Lebaran Untuk Ayah
Assalamu'alaikum ayah...
Apa kabarmu? Aku yakin engkau sangat bahagia di sana...
Yang bisa kukatakan adalah aku kangen... Sangat kangen...
Tak seperti pada yang lain, aku bisa sewaktu-waktu pergi tidur dan bertemu mereka dalam mimpi, tapi padamu serasa sulit sekali untuk bertemu, bahkan lewat mimpi sekalipun..
Sungguh, aku masih perlu bimbinganmu....
Aku menyesali semua sikapku, sejak aku masih kanak-kanak, hingga remaja...
Akh.. Aku sering sekali mengecewakanmu....
Hingga saat kau pergi, aku tetap belum menjadi orang yang layak dibanggakan...
Masih terngiang saat aku di rumah, umurku mungkin 12 tahun.. Aku berusaha membuat papan catur dan tidak kunjung jadi. Kau katakan bahwa programku selalu tidak pernah berhasil.. Ya, aku tau, bukan cuma papan catur saja... Aku selalu ingin membuat suatu karya dan tidak ada yang berhasil dengan baik..
Aku tau, bukan maksudmu untuk mengecilkan anakmu, bukan niatmu untuk menciutkan nyali putramu, tapi kau ingin menjadi pelecut semangat untukku.
Taukah kau, ayah...
Aku hidup di kota, mempelajari banyak hal, banyak bidang.. Dan aku patut berbangga menjadi anakmu. Kau yang serba bisa, seorang petani, peternak, tukang kayu, guru ngaji, kepala sekolah, telah melahirkanku yang seorang multi-instrumentalist (yah, walaupun amatiran), seorang pemrogram yang handal, dan taukah kau ayah, bahkan di kota pun jarang ditemukan yang sepertiku. Ya, mungkin aku bukan tukang, dan tidak bisa bercocok tanam, tapi aku adalah orang spesial yang dibesarkan oleh ayah yang hebat. Dan aku sangat bangga menjadi anakmu. Saat aku mengirim ucapan-ucapan kepada kerabat kita, kucantumkan namaku dan namamu, Abdul Aziz bin Imam Rosyidi, agar mereka tau, sanak famili mereka yang tinggal nun jauh di pulau seberang dan telah tiada, salah seorang putranya telah tumbuh menjadi dewasa dan menjadi keren!
Taukah kau ayah...
Sejak kecil hingga remaja, aku tidak terlalu banyak menghabiskan waktu denganmu, tapi kupikir ada banyak momen-momen yang berkualitas, dan akan terus kuingat selama aku hidup, karena aku akan terus jadi anakmu.
Waktu aku berumur 4 tahun, aku senang sekali saat kau menyuapiku dengan makanan getuk. Bahkan seperti apa rasa getuknya seolah masih bisa kurasakan...
Kau seharusnya segera berangkat untuk menjadi imam maghrib, tapi aku terus merengek untuk terus disuapin, dan akhirnya kau meninggalkanku dalam keadaan menangis.
Aku memetik pelajaran yang kau berikan, bahwa kau mendahulukan kepentingan umat dibanding hal lain, meskipun itu keluargamu..
Suatu ketika saat aku lulus SMP, kau mengatakan bahwa kita tak mungkin merasa benar-benar mengenal seseorang hanya karena telah kenal dia selama setahun-dua tahun. Dan sekarang aku tau, 2 tahun belum bisa menunjukkan siapa seseorang terhadap kita, dan siapa kita terhadap orang lain. Itu benar. Aku sering salah menilai orang lain. Dan kupikir, banyak orang yang salah menilaiku. Sekarang aku tak mungkin mengclaim orang-orang sebagai sahabatku jika aku belum 2 tahun mengenal mereka. Thanks dad...
Taukah kau ayah...
Kau mengatakan jangan pernah bergaul dengan sembarang orang.
Bahkan aku mungkin baru berumur 7 taun saat itu...
Banyak peristiwa menunjukkan padaku, bahwa kita benar-benar terbentuk oleh lingkungan dan teman-teman. Aku sudah memutuskan untuk bergaul dengan orang-orang yang bisa saling menjaga. Di kampus, di lingkungan kerja, di tempat-tempat lain, aku selalu memilih orang untuk berteman dekat. Meskipun begitu, aku selalu belajar untuk bisa masuk pada semua jenis orang, dalam artian aku harus bisa berkomunikasi dengan semua jenis orang. Dan itu benar-benar kusebut sebuah proses pembelajaran yang sulit. Tapi satu yang kutau, aku bisa saja terjerumus pada hal-hal buruk jika aku tak pandai memilih teman. Terimakasih ayah...
Taukah kau ayah...
Meskipun kau baru meninggalkanku selama empat tahun, tapi aku tak pernah bertemu denganmu selama lebih dari 10 tahun. Bisa kau bayangkan bagaimana rasanya? Rasa kangen yang jelas tidak akan bisa diobati, karena aku tak mungkin bisa bertemu denganmu lagi di bumi ini.
Dan taukah kau ayah... Selama 10 tahun, aku selalu berharap tak usah ada lebaran, karena saat kau masih ada, aku tak mungkin pulang sebelum selesai belajar, dan saat kau sudah pergi, rasanya berkurang alasanku untuk pulang. Yang membuatku ingin pulang hanyalah melihat ibundaku, lain tidak.
Aku sangat bahagia saat menjalani Ramadhan, seolah-olah aku ingin itu berlangsung seterusnya, tanpa ada Idul Fitri yang membuat hatiku lara. Haduh... Miris hatiku...
Tapi sungguh egois... Bagaimana mungkin saat semua teman-teman dan kerabatku berbahagia saat lebaran, aku justru tak mengharap ada lebaran, selfish!
Baiklah, aku senang ada lebaran, tapi aku akan menjalani hari-hariku seperti biasa.
Tapi ayah, sungguh... Maukah kau sekali-kali datang mengunjungiku dan memberikanku nasehat..
Akh.. Bahkan ada sekalimat doa yang kau ajarkan, yang aku bingung harus menulisnya dengan cara apa saat hendak kutulis, aku ingin menanyakan ejaannya padamu sekali lagi.
Ayah...
Terkadang aku merasa tau, dari lapisan langit ketiga dan seterusnya, alam dunia ini terlihat jelas.. Aku tau kau menyaksikan, bahwa dalam beberapa sisi, aku adalah anak yang kurang ajar dan berada pada jalan yang sulit, bahkan jalan yang salah. Entah bagaimana, aku kesulitan menemukan lingkungan yang benar dan tempat bertanya. Kau tau, aku masih punya hutang janji untuk lulus. Tapi kadang merasa lucu, apakah perlu lulus dulu untuk bisa menjadi bebas dan kemudian bisa hidup dengan benar. Sungguh, aku perlu bimbinganmu.
Ayah...
Selamat idul fitri... Maafkan segala kesalahan anakmu, yang bahkan pada saat terakhirmu tidak bisa melihatmu... Meskipun aku jarang mengirimu YaSin, tapi aku selalu ingat doa yang kau ajarkan untuk kupanjatkan agar Yang Kuasa berkenan mengampuni semua dosamu. Yang kunginkan adalah kau bahagia selamanya di sana.
Tuhan, ya Rabbi. Mohon berikan tempat terbaik untuk ayahku yang luar bisa, yang telah membesarkan kami dengan baik.
Allahummaghfirliy dzunuwbiy waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaaniy shoghiiro..
Apa kabarmu? Aku yakin engkau sangat bahagia di sana...
Yang bisa kukatakan adalah aku kangen... Sangat kangen...
Tak seperti pada yang lain, aku bisa sewaktu-waktu pergi tidur dan bertemu mereka dalam mimpi, tapi padamu serasa sulit sekali untuk bertemu, bahkan lewat mimpi sekalipun..
Sungguh, aku masih perlu bimbinganmu....
Aku menyesali semua sikapku, sejak aku masih kanak-kanak, hingga remaja...
Akh.. Aku sering sekali mengecewakanmu....
Hingga saat kau pergi, aku tetap belum menjadi orang yang layak dibanggakan...
Masih terngiang saat aku di rumah, umurku mungkin 12 tahun.. Aku berusaha membuat papan catur dan tidak kunjung jadi. Kau katakan bahwa programku selalu tidak pernah berhasil.. Ya, aku tau, bukan cuma papan catur saja... Aku selalu ingin membuat suatu karya dan tidak ada yang berhasil dengan baik..
Aku tau, bukan maksudmu untuk mengecilkan anakmu, bukan niatmu untuk menciutkan nyali putramu, tapi kau ingin menjadi pelecut semangat untukku.
Taukah kau, ayah...
Aku hidup di kota, mempelajari banyak hal, banyak bidang.. Dan aku patut berbangga menjadi anakmu. Kau yang serba bisa, seorang petani, peternak, tukang kayu, guru ngaji, kepala sekolah, telah melahirkanku yang seorang multi-instrumentalist (yah, walaupun amatiran), seorang pemrogram yang handal, dan taukah kau ayah, bahkan di kota pun jarang ditemukan yang sepertiku. Ya, mungkin aku bukan tukang, dan tidak bisa bercocok tanam, tapi aku adalah orang spesial yang dibesarkan oleh ayah yang hebat. Dan aku sangat bangga menjadi anakmu. Saat aku mengirim ucapan-ucapan kepada kerabat kita, kucantumkan namaku dan namamu, Abdul Aziz bin Imam Rosyidi, agar mereka tau, sanak famili mereka yang tinggal nun jauh di pulau seberang dan telah tiada, salah seorang putranya telah tumbuh menjadi dewasa dan menjadi keren!
Taukah kau ayah...
Sejak kecil hingga remaja, aku tidak terlalu banyak menghabiskan waktu denganmu, tapi kupikir ada banyak momen-momen yang berkualitas, dan akan terus kuingat selama aku hidup, karena aku akan terus jadi anakmu.
Waktu aku berumur 4 tahun, aku senang sekali saat kau menyuapiku dengan makanan getuk. Bahkan seperti apa rasa getuknya seolah masih bisa kurasakan...
Kau seharusnya segera berangkat untuk menjadi imam maghrib, tapi aku terus merengek untuk terus disuapin, dan akhirnya kau meninggalkanku dalam keadaan menangis.
Aku memetik pelajaran yang kau berikan, bahwa kau mendahulukan kepentingan umat dibanding hal lain, meskipun itu keluargamu..
Suatu ketika saat aku lulus SMP, kau mengatakan bahwa kita tak mungkin merasa benar-benar mengenal seseorang hanya karena telah kenal dia selama setahun-dua tahun. Dan sekarang aku tau, 2 tahun belum bisa menunjukkan siapa seseorang terhadap kita, dan siapa kita terhadap orang lain. Itu benar. Aku sering salah menilai orang lain. Dan kupikir, banyak orang yang salah menilaiku. Sekarang aku tak mungkin mengclaim orang-orang sebagai sahabatku jika aku belum 2 tahun mengenal mereka. Thanks dad...
Taukah kau ayah...
Kau mengatakan jangan pernah bergaul dengan sembarang orang.
Bahkan aku mungkin baru berumur 7 taun saat itu...
Banyak peristiwa menunjukkan padaku, bahwa kita benar-benar terbentuk oleh lingkungan dan teman-teman. Aku sudah memutuskan untuk bergaul dengan orang-orang yang bisa saling menjaga. Di kampus, di lingkungan kerja, di tempat-tempat lain, aku selalu memilih orang untuk berteman dekat. Meskipun begitu, aku selalu belajar untuk bisa masuk pada semua jenis orang, dalam artian aku harus bisa berkomunikasi dengan semua jenis orang. Dan itu benar-benar kusebut sebuah proses pembelajaran yang sulit. Tapi satu yang kutau, aku bisa saja terjerumus pada hal-hal buruk jika aku tak pandai memilih teman. Terimakasih ayah...
Taukah kau ayah...
Meskipun kau baru meninggalkanku selama empat tahun, tapi aku tak pernah bertemu denganmu selama lebih dari 10 tahun. Bisa kau bayangkan bagaimana rasanya? Rasa kangen yang jelas tidak akan bisa diobati, karena aku tak mungkin bisa bertemu denganmu lagi di bumi ini.
Dan taukah kau ayah... Selama 10 tahun, aku selalu berharap tak usah ada lebaran, karena saat kau masih ada, aku tak mungkin pulang sebelum selesai belajar, dan saat kau sudah pergi, rasanya berkurang alasanku untuk pulang. Yang membuatku ingin pulang hanyalah melihat ibundaku, lain tidak.
Aku sangat bahagia saat menjalani Ramadhan, seolah-olah aku ingin itu berlangsung seterusnya, tanpa ada Idul Fitri yang membuat hatiku lara. Haduh... Miris hatiku...
Tapi sungguh egois... Bagaimana mungkin saat semua teman-teman dan kerabatku berbahagia saat lebaran, aku justru tak mengharap ada lebaran, selfish!
Baiklah, aku senang ada lebaran, tapi aku akan menjalani hari-hariku seperti biasa.
Tapi ayah, sungguh... Maukah kau sekali-kali datang mengunjungiku dan memberikanku nasehat..
Akh.. Bahkan ada sekalimat doa yang kau ajarkan, yang aku bingung harus menulisnya dengan cara apa saat hendak kutulis, aku ingin menanyakan ejaannya padamu sekali lagi.
Ayah...
Terkadang aku merasa tau, dari lapisan langit ketiga dan seterusnya, alam dunia ini terlihat jelas.. Aku tau kau menyaksikan, bahwa dalam beberapa sisi, aku adalah anak yang kurang ajar dan berada pada jalan yang sulit, bahkan jalan yang salah. Entah bagaimana, aku kesulitan menemukan lingkungan yang benar dan tempat bertanya. Kau tau, aku masih punya hutang janji untuk lulus. Tapi kadang merasa lucu, apakah perlu lulus dulu untuk bisa menjadi bebas dan kemudian bisa hidup dengan benar. Sungguh, aku perlu bimbinganmu.
Ayah...
Selamat idul fitri... Maafkan segala kesalahan anakmu, yang bahkan pada saat terakhirmu tidak bisa melihatmu... Meskipun aku jarang mengirimu YaSin, tapi aku selalu ingat doa yang kau ajarkan untuk kupanjatkan agar Yang Kuasa berkenan mengampuni semua dosamu. Yang kunginkan adalah kau bahagia selamanya di sana.
Tuhan, ya Rabbi. Mohon berikan tempat terbaik untuk ayahku yang luar bisa, yang telah membesarkan kami dengan baik.
Allahummaghfirliy dzunuwbiy waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaaniy shoghiiro..
Subscribe to:
Posts (Atom)