Dear bloggy..
Ada banyak hal yang enggak pernah aku lupa dalam hidup, sejak kecil hingga hari ini (hiks hiks, jadi sentimentil gini nih, gara-gara kangen ibunda).
Tapi tidak banyak yang benar-benar berkesan begitu dalam.
[____] <-- (icon ini bacanya: "embeerr".. oopsss!).
- Aku diajak berenang di kolam oleh kakak perempuanku. Aku masih kecil bangeettt. Beliau menggendong lalu membawaku berenang ke sisi kolam yang lain. Aku megap-megap dan menangis kencang karena kemasukan air, biarpun kakakku sudah pakai bantuan udara di dalam benda semacam ban renang. Nggak nyangka saat mulai tumbuh besar, aku paling suka main di kolam, sungai, dan di manapun asal bisa berenang.
- Ayahku meninggalkanku untuk menjadi imam solat maghrib, padahal aku senang sekali disuapin makanan getuk oleh beliau. Aku menangis karena tak mau ditinggal pergi dan membanting sisa makanan yang kupegang. Aku pernah begitu dekat dengan ayahku! Begitu dekat...!
- Ibuku jarang sekali pakai bedak. Suatu ketika karena bedak milik kakakku jatuh berantakan, ibuku memakai riasan bedak dari serpihan-serpihan yang jatuh. Itu karena beliau tidak suka pada apapun yang bersifat kesia-siaan. Ibuku memang yang terbaik di dunia.
- Nenekku memergokiku sedang bermain-main dan menangkap anak-anak kelinci di kandang belakang. Aku dimarahi oleh beliau hingga menangis, lalu setelah reda, beliau memberiku buah jambu biji yang besar dan hampir matang. Pelajaran sejak dini, bahwa sungguhpun binatang pun tidak pernah layak untuk dipermainkan.
- Aku punya luka parah di kaki kanan hingga musti istirahat beberapa hari (tidak sekolah, tidak bisa pergi bermain, dan juga tidak solat. Akh, maklum, masih anak piyik ini..). Tapi saat hari-hari puasa sunah, aku tetap ikut sahur dan berpuasa. Kakak perempuanku yang membantu ibuku menyiapkan makanan, bertanya pada ibuku. Bu, memangnya kalau orang tidak solat dan tetap berpuasa, puasanya akan sah dan diterima ya? Aku tidak ingat apa jawaban ibuku.
- Aku pernah jadi korban tabrak lari saat masih kecil, dan saat dibaringkan di dipan yang lebar, nenekku menyuapiku dengan nasi dan sayur pakis yang waktu itu terasa sangat enak...
- Aku ingat dua kali pernah meminta ibuku memasak sesuatu yang spesial saat aku sakit. Yang pertama bubur, yang kedua tumis kangkung!.
- Ayahku memberitahu kami, tidak mungkin kita mengaku sudah benar-benar mengenal seseorang hanya karena kita bergaul dengannya selama setahun-dua tahun. Sekarang aku tau, beliau sungguh berkata benar!
- Menjelang wisuda program diploma, dua orang kakak perempuanku mengunjungiku, lalu kami bertiga jalan-jalan melihat Borobudur. Kami naik becak bertiga. Hahaha, sopir becaknya harus kerja ekstra keras!
Semakin aku tumbuh dewasa, semakin aku yakin, betapa dalam dan kuatnya upaya orangtua dan keluargaku dalam membesarkan kami. Bahkan hingga hal-hal kecilpun tidak luput dari perhatian.
Aku senang terlahir dari mereka, bukan dari orang lain. Dan meskipun semakin lama daya ingatku melemah seiring waktu, tapi ingatan-ingatan pada hal-hal kecil (bahkan pada umur tiga atau empat tahun) tetap dapat kuingat dengan baik membuatku bangga dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang sempurna dalam kesederhanaan.
Aku yakin, tuhan akan dengan senang hati membalas dengan menyediakan tempat terbaik di sana, untuk orangtuaku, untuk kakak-kakakku, keluargaku, kerabatku!
Aku ingin jadi orang yang punya banyak manfaat untuk mereka dan rumahtanggaku kelak. Dan lebih dari itu, aku ingin pada lingkup yang lebih luas. Aku ingin jadi panusia super! Super bukan dalam arti yang seperti ono noh.. Tapi super yang ada kaitannya dengan postingan ini, hehe :P
No comments:
Post a Comment
Komen di sini ya..