Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Saturday, January 14, 2012

Mengatasi Bosen!

Hey bloggy...
Kalo dihayati dan diresapi (huek..), sehari-harinya banyak banget pilihan yang kalo dipilih dengan bener bisa banyak pengaruhnya, terutama ngatasin rasa bosen.


Okke, misalnya waktu berangkat kerja pagi-pagi, pilihan pertama lewat jalan lurus sampe ke jalan protokol, trus belok kanan dan nyampe.
Pilihan kedua lewat jalan belakang sampe separuh jalan, trus belok kiri buat keluar gang sempit sampe ketemu jalan protokol, trus ke kanan dan nyampe.
Pilihan ketiga lewat jalan belakang nyampe mentok (yang ada warung ma'emnya mbak Sum), trus ke kiri sampe ketemu jalan protokol, nyampe.
Mmmm... kalo mau masih ada pilihan keempat kok: keluar gang, nyegat bis turun simpang Wirobrajan, trus putar balik jalan kaki ampe temat kerja. Ini lebih sehat pastinya, dan enggak hemat biaya. Joss!!

Apa gunanya pindah-pindah rute?
Hey bloggy... Melakukan hal yang sama berulang-ulang dan monoton selain ngebosenin juga bisa ngurangi kerja otak, dan pada gilirannya bikin otak bener-bener tumpul! Beneran! Mau pikun sebelum tua? Hehe...
Jadi maksudku, kalo hari ini lewat rute A selama 2 hari, besoknya rute B, dll, pasti membantu banget buat mencegah alzheimer. cari di wiki deh apa artinya alzheimer, haha, sotoy!

Pilihan-pilihan lain misalnya waktu nulis di kertas or buku. Saat ini aku udah mulai bisa nulis pake tangan kiri meskipun gak bisa cepet (lhah pake tangan kanan jadinya tulisanku mirip steno). Eddun, sulit banget! Orang jawa bilang ma'em dan nulis pake tangan kiri itu pamali! Tapi mbok ya jangan pakai pepatah mentah-mentah! Lagian kan cuman nulis doank, bukan ma'em.
Nah, buat mereka yang right-handled trus coba nulis pake tangan kiri, ini ngelatih otak kiri dan kanan supaya berjalan seimbang. Kalo buat megang mouse sih aku udah dari lama, mungkin udah sekitar dua tahun pake tangan kiri, dan lebih nyaman! Kalo keadaan gak memungkinkan, balik ke kanan juga ga masalah. Pilihan yang asik!

Pilihan lain waktu make komputer di kerjaan. Konon ergonomi penting banget buat kesehatan pemakai komputer. Mulai dari ukuran dan posisi kursi-meja sampai lekukan dan sudut-sudutnya masing-masing punya andil besar buat ergonomi alias kenyamanan ideal. Posisi nggak ergonomik dalam waktu lama dan berkesinambungan bisa ngerusak badan dan syaraf secara pasti!
Nah, berhubung di kerjaanku enggak ada meja-kursi yang bener-bener ergonomik, setiap beberapa jam aku pindah komputer, ato pindah ruang, ato pindah sejauh mungkin hanya demi nyari sesuatu pengganti ergonomik tadi (untung Windows punya MSTSC alias remote desktop, jadi kemana-mana sebenernya aku tetep make komputer yang sama lewat jalan remote). Selain itu, kadang-kadang kalo ngerasa mulai deket-deket stress, aku lepas celana dan ganti pake sarung, dan pake kaos oblong (atau kadang malah singlet ato malah, haha), ato duduk jongkok di atas sofa, pokoknya posisi yang nyaman lah.......
Kamu tau kan bloggy? Rasa bosan bisa mengurangi produktivitas, dan ini kami sadari bener-bener...
Ini fun banget... Aku tau aku nggak akan stres kayak programmer2 di kantor lain yang berjam-jam duduk di kursi yang sama. I luph my job!

Pilihan lain pas udah balik ke kos. Ada baaanyaaaakk banget pilihan. Bisa baca-baca buku koleksi (asiknya pas pindahan kemarin dapet "warisan" buku-buku novel Wiro Sableng, hahhaa). Siapa bilang novel gak ada gunanya? Hehe.. Wawasan membaca nggak melulu dari buku-buku ilmiah dan majalah berita, tapi dari novel pun kita bisa nelusuri jalan pikiran orang-orang secara gratis!
Atau bisa ngeluarin gitar dari sarungnya trus nyoba-nyoba inspirasi baru (walaupun aslinya ide-ide lirik baru biasanya aku dapetnya pas lagi boker, beneran!), atau bisa ngidupin komputer n nge-mix ulang lagu-lagu lama, ato kalo bener-bener capek ya bisa nge-play film koleksi. Nonton film berulang-ulang banyak manfaatnya (selain ngapalin plot), yaitu bisa ngambil sudut pandang lain pada setiap kali nontonnya. Pokoknya asik...!

oOo

Intinya hey bloggy... Pilihan-pilihan yang merdeka ini kita perluin supaya kita enggak bosen! Bosen itu berbahaya! Anak kuliahan kalo bosen bisa bikin dia enggak ngampus berhari-hari, berbulan-bulan, atau kabur tanpa cuti (kayak aku dulu, haduuuhhh)... Orang kerja kalo bosen bisa kayak kehilangan gigi, enggak produktif, dan ujung-ujungnya pengen keluar! Anak-anak band kalo udah bosen bawaannya pengen break, nggak latihan, nggak ngumpul, padahal harusnya ngumpul aja bisa mbalikin semangat lagi. Dan yang paling parah kalo orang pacaran ato malah udah married dan bosen. Gak perlu dijelasin lagi tuh!
Jadi bloggy... Kalau kamu udah mulai ngerasa bosen, mulai perhatiin semua hal yang biasa kamu lakuin, dan kerjain dengan cara yang lain supaya kamu temuin asiknya, dan enjoy!

Selamatkan hari-harimu dari rasa bosan! Enjoy!

Tuesday, January 3, 2012

Say It: Yes!



Hey bloggy....
Kayaknya kita perlu bicara dari hati ke hati nih...
Eh, enggak... Kamu cukup nyimak aja...

Aku ada beberapa retorik bodoh yang mau kubikin jadi, hm... ya katakanlah sesuai pemikiran kita. Kita setuju kan, kalo kita adalah seperti yang kita pikirkan. Nah, jangan mau ditentukan oleh orang atau hal lain, tentukan sendiri!

Okkeh, kita bikin singkat-singkat aja masing-masing jenis pointnya (pertanyaan, jawaban, dll), biar gampang ngliatnya...

Guideliness
Q = pertanyaan (question)
O = old reaction maybe (jawaban lama, mungkin)
N = jawaban yang perlu kita set di dalam otak kita!

Ready?
Go!
===================================================================
Q: Do you believe in second chance?
O: Sometimes
N: Yes, i do! Kesempatan kedua selalu ada. Tapi tidak selalu terhadap barang atau orang yang sama (malah kalo perlu, cari hal lain, yang kemarin anggaplah cuman kelinci percobaan). Kita sudah tentu bisa melakukan hal-hal yang dulu tidak atau belum berhasil kita lakukan, dan kali selanjutnya lakukan lebih baik! Terhadap apa atau siapanya, kita tentukan sendiri! We always have a choice to make right decision.

Q: Do you believe in true love?
O: I wish i could believe in it
N: Sudah tentu perlu kita ganti idiomnya, bukan true love, tapi great love! Love yang bisa kita nikmati sepenuhnya, tapi juga harus berada dalam kendali kita sepenuhnya. Kalau kita nemu satu yang maybe terasa bagus, indah, nikmat, look perfect, tapi tidak berhasil dikendalikan, jangan sebut sebagai great love! Kalau kita melakukan semua hal dengan benar (terhadap siapapun tanpa terkecuali), pasti great love nggak akan terlalu sulit buat diunduh. Yoi, mirip dengan uang!

Q: What the hell of sure thing will make you feel "alive"?
O: Sweet love, happiness
N: It's the power to control anything related to our self. Everything! Ancient manner calls this "freedom". Yessss... We can make it! Freedom to make everyone feel comfort with us and feel sorry whenever we have to leave!

Q: Is health being the perfect gift? 
O: Yes, we need to be healthy to do everything perfectly (ungkapan universal nih...)
N: Well, aku gak pengen nentang dalil dan semacamnya, tapi lihatlah dari sisi lain. Faktanya, sebagian besar dari kita selalu kesulitan menyadari berharganya sesuatu yang nempel di diri kita. Dengan "memelihara" satu saja penyakit, kita tau bahwa someday we have to leave! Dengan berasumsi bahwa hari ini adalah hari terakhir kita, itu bisa jadi motif supaya doing everything with best way. Enggak perlu jadi perfeksionis karena perfeksionis hanya akan menghasilkan sedikit karya, tapi paling enggak kita melakukan semua hal kecil dan gede dengan tulus.

(this region will probably being appended with more entries, i guess)
===================================================================

Ciee.... Rasa-rasanya udah kayak orang pinter n bijak aja, padahal sampai detik ini i'm still nothing!
Tapi satu hal yang bener2 pasti, seperti apa kita jadinya, kita sendiri yang bisa nge-setnya. Setuju? (udah banyak tuh contohnya)

Selamat tahun baru lagi! Jadikan resolusi sebagai tindakan, dan nikmati hasilnya!

Sunday, December 18, 2011

Kekuatan Sugesti..?

Write it down!
Dear bloggy...


Tiga bulan aku beli buku di depan mesjid Agung, salah satunya ngobrolin soal kekuatan sugesti yang dituliskan ke bentuk -- katakanlah -- diary atau catatan harian. Baru kubaca beberapa bagian, tapi ada hal-hal menarik yang udah bisa kuambil, salah satunya gimana ngatasin galau dengan menuliskan motivasi diri di kertas, buku, atau manapun, haha!
Ada seorang istri yang menghadapi problema rumah tangganya dan selama bertahun-tahun mencatatnya ke dalam buku harian (yang selain bergenre kesal, juga bikin gemes dan ngakak, hehe... )
Juga kisah-kisah lain yang kadang-kadang malah agak berbau fiksi and lebay.. Tapi, yang jelas point yang mau disampein tuh bahwa kita bisa memasang sugesti diri dengan mengabadikan catatan-catatan, karena itu sama halnya dengan berjanji ama diri sendiri, dan bakalan malu kalau suatu hari ternyata ketauan kita ingkar janji! :P

Well... Kali ini kayaknya mau kucoba juga deh.. Minimal bikin perasaan jadi sedikit lebih enak. :P

You know, bloggy... I don't have much best friend... Cuma beberapa sahabat yang seringkali kami saling cerita en curhat, saling dengerin uneg-uneg... Eh, enggak... Mungkin cuman dua atau tiga saja sahabat yang aku punya. Dan aku juga nyeritain hampir segala hal sama mereka, mulai dari mesin-mesin lunak yang sering bikin stress, masalah big-boss yang kadang keterlaluan, masalah junior-junior yang nggak jelas, masalah hari depan yang menyenangkan tapi kadang males buat ngejarnya (oops.. gotcha!), dan juga soal mimpi-mimpi yang sering punya makna dan terbukti, hehe...

Tentunya ada hal-hal yang sulit diceritain, bahkan kepada sahabat sekalipun. Misalnya?
Hehe.. Everyone falls in love, everyone breaks up, everyone's getting hurt... dan hal-hal nggak penting lain (yang kadang-kadang seolah jadi hal paling penting) juga enggak aku ceritain sama mereka. Bukannya aku belum percaya ama mereka. Tapi...

Bloggy... Kamu tau kan.. Ada orang-orang autis, ada orang-orang cacat mental, ada orang-orang dengan keterbatasan fisik, ada orang-orang yang hanya bisa hidup dengan dunianya sendiri (aku bersyukur banget dikasih fisik dan psikis yang nyaris sempurna, makasih ya Allah..).
Kita nyebut mereka orang-orang yang punya kebutuhan khusus!.
Dan, hm.. Percaya atau enggak.. Sebenarnya aku juga punya kebutuhan khusus... Dan aku belum pernah nyeritain hal ini sama sahabat-sahabatku. Aku yakin suatu ketika akan tiba saatnya mereka akan bisa dengerin aku dan tetap nerima aku apa adanya (walaupun mestinya sebagian ciri-ciri dan buktinya udah bisa mereka lihat dan rasain, tapi pastinya sebagai sahabat yang baik, mereka berusaha njaga perasaanku, jleebbbbb... akkkk).

Baik lagi ke soal sugesti dan nulis di buku.. Hm...
Lima bulan lalu aku putus dari yayank-ku, dan rasanya itu hal paling menyakitkan dan nggak akan mungkin hilang sampai kapanpun. Marah, sedih, tak percaya, dendam, dan segala penyakit hati langsung bercokol di hati, biarpun selalu kubuang sedikit demi sedikit, perlahan-lahan.
Tapi, tau nggak, bloggy...? Ada hal-hal positif yang mulai bisa kuambil dari peristiwa pahit yang tadi terjadi...
- Aku udah coba ngilangin sifat workaholicku, dengan harapan itu bisa bikin segalanya lebih baik di masa mendatang. Tapi ternyata belakangan ini sifat jelek ini balik lagi. Biarpun udah pindah kos yang lokasinya radius 200 meter, sekarang aku mulai suka gak pulang, ngerjain deadline ampe malem dan pagi2 udah mulai lagi.. hadewhhh... Sekarang aku tau, aku adalah orang yang berdedikasi tinggi. Harus kusadari bahwa itu bukan kelemahan. Mungkin harus ada orang-orang yang kukorbankan waktunya untuk bisa terus bareng-bareng aku, haha.... preeettt!!!
- Aku selalu nyoba cari ganti.. Dan dari beberapa, akhirnya kudapetin satu. Kali ini, meskipun dia menarik, imut, ramah, pinter, menguasai bahasa asing dan hal-hal bagus lainnya, kenyatannya aku gak hepi-hepi amat. Aku mulai bisa mbayangin, misalnya aku balikan lagi ama mantanku yang putus 5 bulan yang lalu, aku juga gak akan hepi-hepi amat.. Yakin deh...! Toh, dia juga udah lulus... Dia juga udah sibuk kerja, dan dia juga akan ngerasain jadi kayak aku yang maniak kerja, haha!
- Sampai saat ini, segala hal yang kulakukan seolah-olah selalu buat jadi pembuktian ke dia, bahwa aku keren, bahwa aku hebat, bahwa aku cowok yang menyenangkan, dan lain-lainnya, dan lain-lainnya. Aku selalu berusaha meraih hal-hal yang belum tentu didapatkan oleh orang-orang lain pada umumnya. Dan sekarang aku tau, bahwa putus dari dia tenryata jauh lebih baik karena aku selalu termotivasi buat melakukan hal-hal dengan lebih baik.. Tentunya kalo aku masih ama dia, aku masih akan mojok terus ama dia.. Telat kerja. Kadang bolos kuliah.. Bukankah itu sangat konyol? Hehe... Cinta? Makan tuh cinta.. Buktinya apa yang udah dia "korbanin" buat jalan bareng aku dulu (seolah-olah buat dia beli dengan duit dia) bisa dia lupain dengan mudah, hehe...

Dear, bloggy...
Jangan bilang-bilang ya... :P