Waktu sadar dan meminta ampun, mereka berdo'a, robbanaa dhollamnaa anfusanaa wa-illam taghfir lamaa, lana kuunanna minal khoosiriin.
Sebuah pengakuan atas kelemahan diri, atas kekhilafan, dan doa ini sudah berumur ribuan tahun atau mungkin jutaan tahun. Entahlah. bahkan sejarawan pun menurutku tidak akan tahu jumlah pastinya berapa lama manusia tinggal di bumi sejak zaman Adam.
Yang jadi point ingatanku adalah, betapa beruntungnya aku, kami, sejak kecil orang tua sudah mengajari kami doa yang berumur ribuan tahun itu. Meskipun belakangan ini aku sering berdoa secukupnya (sok iyes, merasa gak perlu, oopsss :D), tapi aku tau pentingnya doa ini, dan mulai sekarang, aku janji akan lebih sering menyertakan doa suci ini bersama doa-doa lain.
Aku akan lebih sering berdoa!
Kita sudah diperintah untuk sering berdoa kan?.
Berdoalah, maka akan kukabulkan!begitu firman Allah dulu.
Meskipun ada beberapa pihak yang membandingkan hobi berdoa para muslim dengan hobi berdoa kaum lain dan mengkritik sukanya kok minta melulu, bukannya bersyukur dan berterima kasih!
Mereka pasti enggak tau, bahwa dalam tata cara berdoa, ada urutan-urutan sopan santun, seperti hamdalah atau ungkapan syukur diucapkan paling pertama, lalu sholawat atau ungkapan terimakasih kepada rasul karena dipandu jalan terang, lalu barulah permintaan-permintaan. Ya.. Kita semua harus meminta. Kita bukan manusia super. Kita lemah, dan kita perlu dukungan kekuatan tersembunyi yang tak terbatas! Keyakinan kita akan mengantarkan kita ke tempat yang kita inginkan!
Selamat berdoa!
No comments:
Post a Comment
Komen di sini ya..