Tuesday, January 3, 2012

Say It: Yes!



Hey bloggy....
Kayaknya kita perlu bicara dari hati ke hati nih...
Eh, enggak... Kamu cukup nyimak aja...

Aku ada beberapa retorik bodoh yang mau kubikin jadi, hm... ya katakanlah sesuai pemikiran kita. Kita setuju kan, kalo kita adalah seperti yang kita pikirkan. Nah, jangan mau ditentukan oleh orang atau hal lain, tentukan sendiri!

Okkeh, kita bikin singkat-singkat aja masing-masing jenis pointnya (pertanyaan, jawaban, dll), biar gampang ngliatnya...

Guideliness
Q = pertanyaan (question)
O = old reaction maybe (jawaban lama, mungkin)
N = jawaban yang perlu kita set di dalam otak kita!

Ready?
Go!
===================================================================
Q: Do you believe in second chance?
O: Sometimes
N: Yes, i do! Kesempatan kedua selalu ada. Tapi tidak selalu terhadap barang atau orang yang sama (malah kalo perlu, cari hal lain, yang kemarin anggaplah cuman kelinci percobaan). Kita sudah tentu bisa melakukan hal-hal yang dulu tidak atau belum berhasil kita lakukan, dan kali selanjutnya lakukan lebih baik! Terhadap apa atau siapanya, kita tentukan sendiri! We always have a choice to make right decision.

Q: Do you believe in true love?
O: I wish i could believe in it
N: Sudah tentu perlu kita ganti idiomnya, bukan true love, tapi great love! Love yang bisa kita nikmati sepenuhnya, tapi juga harus berada dalam kendali kita sepenuhnya. Kalau kita nemu satu yang maybe terasa bagus, indah, nikmat, look perfect, tapi tidak berhasil dikendalikan, jangan sebut sebagai great love! Kalau kita melakukan semua hal dengan benar (terhadap siapapun tanpa terkecuali), pasti great love nggak akan terlalu sulit buat diunduh. Yoi, mirip dengan uang!

Q: What the hell of sure thing will make you feel "alive"?
O: Sweet love, happiness
N: It's the power to control anything related to our self. Everything! Ancient manner calls this "freedom". Yessss... We can make it! Freedom to make everyone feel comfort with us and feel sorry whenever we have to leave!

Q: Is health being the perfect gift? 
O: Yes, we need to be healthy to do everything perfectly (ungkapan universal nih...)
N: Well, aku gak pengen nentang dalil dan semacamnya, tapi lihatlah dari sisi lain. Faktanya, sebagian besar dari kita selalu kesulitan menyadari berharganya sesuatu yang nempel di diri kita. Dengan "memelihara" satu saja penyakit, kita tau bahwa someday we have to leave! Dengan berasumsi bahwa hari ini adalah hari terakhir kita, itu bisa jadi motif supaya doing everything with best way. Enggak perlu jadi perfeksionis karena perfeksionis hanya akan menghasilkan sedikit karya, tapi paling enggak kita melakukan semua hal kecil dan gede dengan tulus.

(this region will probably being appended with more entries, i guess)
===================================================================

Ciee.... Rasa-rasanya udah kayak orang pinter n bijak aja, padahal sampai detik ini i'm still nothing!
Tapi satu hal yang bener2 pasti, seperti apa kita jadinya, kita sendiri yang bisa nge-setnya. Setuju? (udah banyak tuh contohnya)

Selamat tahun baru lagi! Jadikan resolusi sebagai tindakan, dan nikmati hasilnya!

No comments:

Post a Comment

Komen di sini ya..