Mungkin waktu memang hanya persepsi.
Aku sudah sering membaca kisah-kisah masa lalu dan kisah masa depan yang menyebut soal relativitas satuan waktu.
Dua hari ini aku hanya tiduran karena badanku memang meminta diperlakukan begitu.
Dan siang ini, waktu seperti berhenti pada jam 1 siang, cukup lama. Waktu terus memanggil-manggil agar aku segera mengambil hasil cetak foto lalu menyerahkannya ke bagian BAK sebelum jam 2 siang. Terus begitu...!
Sampai saatnya aku menyerah dan kukatakan "besok saja", dan akhirnya kudengar lolongan azan Ashar alias waktu sudah merdeka dan mencapai jam 3!.
Aku mencoba-coba beberapa track lagu baru yang belum pernah kudengar sebelumnya, dan masak iya lagu dengan tempo tak teratur begini sudah dipublish? Ketukannya tiba-tiba melambat dan di bagian lain malah seperti dipacu karena kehabisan waktu, apa-apaan ini?
Aku capek sendiri. Kembali ke rutinitas, dan baru aku tau ternyata di lagu-lagu lain yang sudah kukenal juga terjadi hal yang sama. Tiba-tiba ketukannya dipercepat!
Baguslah! Kalau memang ada yang bisa menemukan "celah" soal persepsi waktu ini. Tapi aku pastinya cuma berhalusinasi karena kondisi badanku yang sedang aneh!
Andai benar aku bisa merayapi waktu, aku akan melakukan persiapan sehari untuk kemudian melakukan hal-hal yang tak akan kuceritakan pada orang lain!
No comments:
Post a Comment
Komen di sini ya..