Dear bloggy...
Aku mau ngasihtau kamu, gimana rasanya jadi.... hm... jadi apa ya... Hadewww....
Kata orang-orang, ini namanya galau, alias campuran antara gelisah, ruwet, dan serba gak jelas (padahal kemarin-kemarin rasanya udah nemuin resep anti-galau, hehe).
Sebenernya menurutku - kemarin - simpel aja supaya kita nggak galau, yaitu: bersyukur! Yo'i. Itu doank.
Makanya, cita-citaku sekarang udah kuganti! Lupain semua cita-cita yang sifatnya kebendaan atau fisik, atau materialistik, seperti cita-cita jadi boss, cita-cita jadi musisi terkenal, cita-cita jadi produser atau arranger atau sound enginer yang hebat, atau jadi sales yang kaya, lupain! Di sisa kehidupanku nantinya, yang aku pengen ternyata bisa ditulis jadi satu kalimat:
Aku pengen hidup atau berada pada suatu tempat, situasi, dan kondisi yang selalu bisa ngingetin aku supaya bersyukur!Aku yakin, itu akan bisa bikin aku hepi, dan tentunya bisa bikin aku ngebahagiain orang-orang yang paling deket dengan aku. Simpel kan? Atau idealis? Atu justru ribet n muluk-muluk? Whatever!
Oke, bloggy.... Aku juga ngerasa kalo bersyukur itu sulit banget (jelas..!!). Tapi kita juga udah sepakat kalo nulis itu bisa ngaruh ke sugesti.
Nah, aku udah ngumpulin beberapa hal yang bisa dilakuin supaya kita bisa tetep bersyukur. Kita rinci aja kayak berikut ini:
Inget-inget apa aja yang kita miliki.Yoi! Kadang-kadang kita lupa kalo kita tuh udah dikasih banyaaakkk banget hal yang bagus. Kenikmatan, anugerah, karunia, yang mungkin orang lain gak punya. Dalam hal ini, aku sangat bersyukur bahwa ternyata aku punya beberapa bidang yang bebas kupilih pada hari-hari mendatang. Boleh musik, boleh teknologi, atau bahkan jadi sales pun oke. Makasih ya Allah..
Senyumlah sesering mungkin.Tentunya bukan senyum yang dipaksain, tapi senyum yang asli, tulus, dan enggak kosong. Supaya bisa senyum, ada alasan yang harus kita miliki. Paling simpel sih kalo mau ngasih senyum buat seseorang, pikirin hal-hal bagus tentang orang itu, atau pikirkan hal-hal baik yang bisa kita sampein ke dia. Yoi, kita bisa senyum bahkan sama orang di jalan yang enggak kita kenal. Gila? Enggak dong... Asal dosisnya jangan di luar kewajaran:P.
Kamu nggak pernah tau, berapa banyak orang-orang yang bisa terbantu atau paling enggak, berapa banyak yang bisa ketularan sugesti positif dari senyum kamu. Konon sih bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, dan buktikan bahwa idiom itu bukan sekedar penghalusan untuk kata "bangsa yang bodoh dan mudah ditaklukkan". Setuju?
Senyum lagi.Kalo yang ini maksud saya senyum buat diri sendiri. Konon senyum adalah sodaqoh. Lalu apakah itu berarti kita tidak memerlukannya, dan hanya perlu memberi? Enggak dong.. Ada beberapa hal yang abstrak tapi berpengaruh terhadap diri kita, salah satunya adalah sugesti. Saat bangun, senyumlah dengan tulus, katakan bahwa anda adalah orang yang beruntung, dan anda telah diberi banyak hal untuk bisa menghadapi apapun yang ada di depan anda. Bukankah kita udah diberi jaminan, bahwa apa yang ditimpakan kepada kita sudah pasti berada pada jangkauan kemampuan kita? Subhanallah yaaahh, sesuatu banget...
Gitu bloggy...:P
Next dah....
Perdekat hubungan dengan orang-orang terdekat anda.Ya!. Punya keluarga? Merekalah orang-orang yang selalu tulus untuk kita. Orang-orang yang selalu mendukung kita (dalam hal-hal yang baik, jelasnya). Ingatkah sejak kecil, kita berada di tengah-tengah mereka sebagai seseorang yang mendapat cukup kasih sayang? Yes! Sekarang giliran mereka yang layak untuk mendapat perhatian dari kita.
Tidak punya keluarga? Nggak masalah.. Masih ada teman-teman atau sahabat yang tak kalah berartinya. Ya.. Mereka juga berhak mendapatkan perhatian kita. Selain belahan jiwa kita, keluarga dan sahabat adalah harta yang tak bisa dibeli.
Kalau kita ingat dan menyadari sepenuhnya akan kehadiran orang-orang yang penting ini, orang-orang yang berperan dalam hidup ini, kita akan tau betapa beruntungnya kita, subhanallah yaahh... Sesuatu banget!
Bergaul dengan mereka yang tidak beruntung.Sederhana aja kan..? Dengan berinteraksi dengan mereka, kita makin ingat betapa beruntungnya kita. Dikasih tubuh yang lengkap, dikasih kemampuan intelektual yang cukup, dikasih bakat yang unik, atau dikasih wajah cantik atau keluarga yang utuh, atau kekayaan yang banyak. Tak perlu jauh-jauh ke rumah sakit atau ke SLB (ekstrimnya). Kita pasti punya teman-teman yang mungkin tidak seberuntung kita. Ayo selami hari-hari mereka, lihat perjuangan mereka, dan pada akhirnya rasa syukur atas keberuntungan ini bisa jadi malah membawa perubahan posotif pada diri kita sendiri. Yuukk..Mariii....
Dengerin musik klasikKlise banget ya?
Tapi ini beneran... Kayak aku yang hobinya nyusun playlist yang berisi berbagai tema, dari tema pagi, tema midnight, valentine, relaksasi, dan lainnya. Saat enggak ada satupun playlist yang bisa bikin nyaman, saya dengerin musik klasik atau orkestra riang, dan berhasil. Yang perlu dicoba tuh koleksinya JS.Bach ("Air On G String"), Antonio Vivaldi ("Spring"), atau "Santorini"-nya Yanni, "Blue Danube Waltz", "Mariage Of Figaro", dan yang sejenis itu lah.
Cobain deh. Pastinya, yakin dulu dunk, bahwa ini pasti berhasil...!
Jangan diem!Dear bloggy.. Satu lagi kalo kamu mau stop galaumu, lakuin hal-hal yang kamu senengin, atau hal-hal yang kamu yakin bisa bikin seneng orang-orang yang deket ama kamu. Bisa ajakin adekmu maen, bisa ajakin temen2 ke pantai, dan hal-hal lain yang pastinya bisa bikin kamu dan orang-orang lain jadi hepi.
Kalo tips-tips ini kamu lakuin, insyaallah akan timbul lagi rasa syukur kamu. Dan sekali lagi, rasa syukur adalah obat yang mujarab buat mengatasi galau, apapun penyebab galau itu..
Satu hal lagi yang perlu kamu inget, dengan rasa syukur ini, kamu pasti percaya bahwa semua masalah ada penyelesaiannya.
Sekian dulu, udah deket midnight... Nyiapin kas-ban dolo.. Kasur bantal - red.

No comments:
Post a Comment
Komen di sini ya..